Warna-Warni Sabtu Minggu CU Stella Maris

Warna-Warni Sabtu Minggu CU Stella Maris

Ada yang beda pada hari Sabtu (24/6) dan Minggu (25/6) di CU Stella Maris. Dalam dua hari ini ada empat kegiatan yang dilaksanakan. Pada hari Sabtu, di TP Siantan dilaksanakan Pendidikan Pendalaman Nilai-Nilai Credit Union. Pendidikan pendalaman nilai-nilai CU yang pertama dilaksanakan di CU Stella Maris ini difaslitasi oleh Edi Petebang, Ketua Pengurus CU Stella Maris. Pesertanya 35 orang  yang berasal dari pengurus, pengawas, penasihat, komite, KOSTER dan anggota dari empat tempat pelayanan (Siantan, Wonobaru, Jungkat dan Segedong).

Pada hari yang sama, di TP Segedong dilaksanakan pelatihan pemanfaatn pekarangan rumah. Pelatihan ini diikuti peserta dari TP Segedong dan Jungkat. Pelatihan yang sama beberapa waktu lalu dilaksanakan di Siantan yang diikuti peserta dari TP Siantan dan Wonobaru.

Pada hari minggu (25/6), di TP Siantan dilaksanakan Pendidikan Wajib untuk anggota TP Siantan di Aula CU Stella Maris. Selain materi standar pendidikan wajib, para peserta dipandu untuk aktivasi escete mobile CU Stella Maris. Escete adalah aplikasi milik jaringan CU dlama kordinasi PUSKOPCUINA. Dengan aplikasi ini anggota dapat melakuka beragam transaksi keuangan.

Pada hari ini juga dalam acara sepeda santai & senam sekota Pontianak, dua staf CU Stella Maris (Yenni dan Uli) membagikan brosur CUSM kepada peserta. Hal ini dilakukan untuk lebih mengenalkan CU Stella Maris kepada warga Kota Pontianak.

Ketua Pengurus CU Stella Maris Tersetifikasi Pengurus Koperasi

Ketua Pengurus CU Stella Maris Tersetifikasi Pengurus Koperasi

KSP Credit Union Stella Maris berkomitmen penuh menjalankan tata kelola koperasi, baik tata kelola internal, individual dan eksternal. Salah satu tata kelola eksternal adalah pemenuhan peraturan perundangan terkait perkoperasian di Indonesia.

Salah satu bentuk kepatuhan tersebut adalah melaksanakan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 15/Per/M.KUKM/IX/2015. Dalam Pasal 13 ayat 5 tentang Usaha Simpan Pinjam Koperasi, dikatakan “Pengelola usaha simpan pinjam koperasi wajib memiliki sertifikat standar kompetensi pengelola usaha simpan pinjam yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi yang telah memperoleh lisensi sesuai peraturan perundang-undangan”.

Para peserta uji komtensi pengurus

Peraturan Menteri Koperasi tersebut dipertegas dengan telah diterbitkannya Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementrian Koperasi dan UKM RI Nomor 12/PER/DEP.6/XII/2016 tentang Penerapan Sanksi. Pasal 5 dikatakan bahwa “Sanksi yang dapat dikenakan kepada koperasi yang tidak memenuhi ketentuan dalam Peraturan Menteri Koperasi dimaksud berupa teguran tertulis paling sedikit 2 (dua) kali, larangan untuk menjalankan fungsi sebagai Pengurus atau Pengawas Koperasi, ‎serta pencabutan Ijin Usaha Simpan Pinjam”.

Untuk pertama kalinya sejak Permenkop tersebut dikeluarkan, PUSKOPCUINA memfasilitasi Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Pengurus Koperasi bekerjasama dengan LSP Dekopin. Uji kompetensi untuk manajer koperasi (CU) sudah beberapa tahun dilaksanakan dan sudah banyak general manajer, manajer atau manajer cabang/TP yang bersertifikasi.

Kegiatan bertempat di Yogyakarta tanggal 14-16 Juni 2023. Dua hari Bimtek oleh Anton Serasima, wakil ketua Pengurus PUSKOPCUINA dan Rani Fitrianaria dari LSP Dekopin.

Ada 20 peserta dari 15 CU anggota PUSKOPCUINA yang ikut Bimtek dan Uji Kompetensi pengurus ini, sebagai berikut.  Hermas Rintik Maring( CU Tilung Jaya,  RD.Agustinus Lengga Tiala (CU Gerbang Kasih), Edi Vinsensius Petebang (CU Stella Maris), Yohan Deretah (CU Prima Danarta), RD.Syprianus Silvester Tes Mau, Gregorius Am’isa, RD. Valentinus Funan  (CU Kasih Sejahtera),  H. Darmawansyah dan Bernatus Epeh (CU Bonaventura),  Ropina dan FX. Wiranto Saputro (CU Remaung Kecubung),  Lydia Maria Ivakdalam (CU Hati Amboina), Martha Senga Pasarrin (CU Ndar Sesepok), Irail Bigael (CU Sempekat Ningkah Olo), Resdin Sipayung (CU Sumber Sejahtera), Putrianus Moi (CU Pancur Dangeri), Gabriel Tanggu dan Fransiskus Xaverius Bulu(CU Likku Aba), Tonazaro Tafonao  (Sohagaini Lahusa Gomo), RD. Agustinus Kia Wolomasi (CU Sinar Papua Selatan).

Ada Sembilan materi uji kompetensi, sebagai berikut.

  1. Kerjasama Antar Koperasi.
  2. Menyusun perencanaan strategis.
  3. Membuat Rencana Program Kerja (RPK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Koperasi (RAPBK.
  4. Pengembangan produk berjangka dan simpanan koperasi.
  5. Pengembangan produk pinjaman.
  6. Melakukan Orientasi Perkoperasian bagi calon dan anggota koperasi.
  7. Mengelola likuiditas.
  8. Mengelola modal penyertaan.
  9. Mengelola dan mengamankan asset dan insfrastruktur.

KSP CU Stella Maris mengirim Edi V. Petebang sebagai Ketua Pengurus untuk mengikuti uji kompetensi pengurus tersebut.

Setelah dilakukan uji kompetensi oleh tiga orang asesor, seluruh peserta dinyatakan kompeten sebagai pengurus koperasi. “Kami tahu bapak, Ibu  yang ikut uji kompetensi ini sudah mempraktikkan Sembilan kompetensi sebagai pengurus koperasi. Ditambah hasil uji kompetensi ini maka layaknya Bapak, ibu dinyatakan kompeten dan berhak diberikan sertifikat,”ujar Ujang Gunawan, Direktur LSP Dekopin.

Anton Serasima, Wakil Ketua Pengurus PUSKOPCUINA yang juga sebagai salah fasilitator Bimtek sebelum uji kompetensi mengharapkan agar para peserta semakin diteguhkan, semakin bersemangat dalam mengelola credit union, koperasinya masing-masing. “Tugas dan tanggung jawab bapak ibu adalah membuktikan bahwa kompetensi yang telah bapak ibu dapatkan tercermin dalam kinerja CU nya masing-masing,”harapnya dalam penutupan kegiatan. ***

OD untuk Keharmonisan & Semangat Kerja Baru Kami

OD untuk Keharmonisan & Semangat Kerja Baru Kami

Organizational Development (OD) merupakan salah salah kegiatan management strategic dalam sebuah credit union. Credit Union Stella Maris setiap awal tahun buku melaksanakan lokakarya OD.

Tahun Buku 2023 OD dilaksanakan tanggal 20-21 Maret 2023 di Wisma St.Yohanes Paulus II, Anjongan, Kabupetan Mempawah Kalbar. OD yang diikuti pengurus, pengawas, penasihat, komite dan staf tersebut difasilitasi Edi V.Petebang, Ketua Pengurus CU Stella Maris.

Pengurus, Pengawas, Penasihat dan Komite

Dalam brainstorming nya, Edi menyampaikan ada empat tujuan OD. Pertama, menciptakan keharmonisan kerja antara pimpinan dengan staf: pengurus (pengawas, penasihat, komite) dengan staf; GM dengan staf; Manajer TP dengan staf. Kedua, menciptakan kemampuan memecahkan persoalan organisasi secara lebih terbuka. Ketiga, menciptkana keterbukaan dan komunikasi. Keempat, menambah semangat kerja seluruh anggota organisasi dan kemampuan mengendalikan diri.

perkenalaan 4 orang calon staf

Menurut Edi, ada dua alasan mengapa OD wajib dilakukan. Pertama, faktor eksternal dan kedua, faltor internal. Faktor eksternal ada tiga aspek penting, yakni kompetisi, Ilmu pengetahuan dan teknologi, dan perubahan lingkungan. Faktor internal adalah tidak cocoknya struktur, sistem dan prosedur, perlengkapan dan fasilitas.

“CU mau tidak mau menghadapi kompetisi antara lain, pinjaman online yang rata-rata mencapai 15-18 trliun pencairannya perbulan di Indonesia. Ada juga kredit ultramikor dengan bunga pinjaman 3 persen pertahun,”jelas Edi Petebang yang juga pengurus PUSKOPCUINA ini.

Dalam paparannya Edi juga mengingatkan agar seluruh insan CU Stella Maris menjaga dan selalu mempraktikkan budaya organisasi (corporate culture). Yakni sistem nilai-nilai yang dipahami bersama oleh seluruh anggota organisasi,  rutin disosialisasikan, diimplementasi pada perilaku dan sikap masing-masing anggotanya dalam kehidupan berorganisasi.

Ada enam budaya organisasi di CU Stella Maris, yakni Jujur, Amanah, Setia, Inovatif, Humanis, Ramah Lingkungan. Jujur: Aktivis CUSM memiliki di dalam dirinya kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, ketulusan, keterbukaan, otentisitas dalam setiap aktivitas dan pelayanan. Amanah: Aktivis  CUSM menjalankan peran, tugas, tanggung jawab serta wewenang dengan bahagia, penuh rasa syukur, dan menggunakan seluruh kepercayaan yang diberikan secara bertanggungjawab.

Pembahasan MO sampai pukul 22.00 wib

Setia: aktivis CUSM senantiasa taat mempraktikkan tata kelola CU, yakni tata kelola internal, tata kelola individual dan tata kelola eksternal dalam mengelola credit union agar CU Stella Maris sehat dan berkelanjutan. Inovasi: aktivis CUSM selalu bekerja dan bertindak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan dijalankan dengan penuh tangung jawab dalam setiap pelayanan. Semangat rasa memiliki  yang tinggi terhadap lembaga dan tidak mudah goyah dalam situasi apa pun. Humanis: aktivis CUSM selalu bersikap positif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, berorientasi pada kepuasan anggota, memperlakukan setiap orang sebagai ciptaan Allah yang istimewa tanpa membedakan, dan terus berusaha menjaga hubungan antar manusia dalam kehidupan yang lebih luas. Ramah Lingkungan:  aktivis CU Stella Maris memiliki kepekaan terhadap isu lingkungan serta mempraktikkan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di kantor maupun dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

OD dibuka dengan misa

11 MO

OD selama dua hari diawali dengan misa, penyerahan SK penasihat dan komite, memperkenalkan 4 calon staf. Selanjutnya branstorming, diskusi kelompok dan pleno membahas 11 manual operasional (MO). Kesebelas MO tersebut dilakukan review dan revisi agar MO mampu menjawab kebutuhan anggota, kondisi lembaga dan menyesuaikan dengan perubahan, seperti aturan pemerintah maupun gerakan PUSKOPCUINA.

Sebelas MO yang dibahas adalah MO Organisasi, HRM, Keuangan,  Perkreditan,  Pemasaran, Pemberdayaan, Diklat, Customer Service/CS, SPI, IT dan Pengawasan.

Penandatanganan pernyataan Pakta Integritas

Untuk pertama kalinya dalam sejarah CU Stella Maris, di akhir lokakarya OD ditandatangani pernyataan Pakta Integritas seluruh peserta. “Pernyataan Pakta Integritas ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh aktivis CU Stella Maris agar berperilaku dan bertindak seperti apa yang dituangkan dalam Pakta Integritas,”jelas Edi Petebang. ***

 

Inilah Pimpinan Manajemen CU Stella Maris Yang Baru

Inilah Pimpinan Manajemen CU Stella Maris Yang Baru

CU Stella Maris terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota menuju  CU Stella Maris yang Sehat dan Berkelanjutan. Setelah dilakukan pergantian general manajer, maka dilakukan reposisi untuk sebagiab besar staf, khususnya pada level pimpinan manajemen. Yakni Deputi Organisasi, Deputi Diklat dan Pemberdayaan, Deputi Usaha, Sistem Pengendalian Internal (SPI) dan manajer TP.

Para pimpinan manajemen ini dilakukan pelantikan oleh General Manajer, Klaudia Cici pada hari Selasa, 12 April 2022 di Aula CU Stella Maris bersamaan dengan  Rapat Pleno.  Berikut pimpinan manajemen CU Stella Maris yang dilantik tersebut.

1.Deputi Organisasi: Martin

2. Deputi Diklat dan Pemberdayaan: Maria Marselina, SE.

3. Deputi Usaha: Hendrikus Harjo, S.Hut.

4. SPI: Maria Sukarni

5. Manajer TP Siantan: Valentinus Karno, SE

6. Kordinator TP Segedong: Eli Yokta, S.Pd.

7. Manajer TP Jungkat: Yosep, Am.d

8. Kordinator TP Wonobaru: Yosef Yatno.

Dalam sambutannya Ketua Pengurus Hermanus Abeh berharap agar dengan reposisi tersebut para staf lebih bergairah, lebih optimis untuk mencapai program kerja dan melayani anggota lebih maksimal.

Pada kesempatan tersebut seluruh staf mengikrarkan Pakta Integritas dan menandatangani nya. Diharapkan dengan pembaharuan pakta integritas tersebut seluruh staf terus teguh menjalankan tugas, tanggung jawab dan kewajiban dengan penuh integritas.

Selamat bertugas untuk seluruh pimpinan manajemen dan staf CU Stella Maris.*

GM Baru, Spirit Baru untuk CU Stella Maris

GM Baru, Spirit Baru untuk CU Stella Maris

“Terima kasih kepada bapak ibu pengurus, pengawas, penasihat atas kehormatan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin lembaga ini. Tentulah tugas menjadi seorang General Manajer Credit Union bukanlah suatu tugas yang mudah, pekerjaan yang penuh tantangan dan saya tidak mungkin dapat menjalankan semua tugas dengan baik tanpa dukungan dan kerja sama dari bapak ibu dan teman teman semua”.

Demikian disampaikan Klaudia Cici Widarti,S.Kom., dalam sambutan perdananya setelah dilantik sebagai General Manajer KSP CU Stella Maris, Sabtu 2 April 2022.

Selanjutnya Cici, panggilan akrabnya, mengajak semua pihak bergandeng tangan, lebih solid lagi untuk menjadikan CU Stella Maris terus berkembang dan sehat sesuai standar tata kelola CU. “Sudah saatnya kita berbenah, bergerak, mencari solusi bersama, jadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran. Kita pertahankan hal hal yang sudah baik, kita jalankan aturan yang saat ini berlaku,  dan kita bersama sama temukan ide ide kreatif untuk mengembangkan CU Stella Maris ke depan sehingga terwujudlah cita cita kita bersama yaitu  Cu Stella Maris semakin sehat, terpercaya dan berkelanjutan yang dibarengi dengan meningkatnya kualitas hidup anggota”,seraya ia mengucapkan terima kasih atas kerja keras GM sebelumnya.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengurus, Drs. Hermanus Abeh di Aula CU Stella Maris, disaksikan seluruh Pengurus, Pengawas, Penasihat, Komite, Manajemen, dan Puskopcuina. Selesai pelantikan dilanjutkan serah terima jabatn dari GM sebelumnya, Maria Sukarni, SE kepada GM baru. Sesuai MO HRM CU Stella Maris, wewenang pemilihan GM oleh Pengurus. Ada 8 calon yang memenuhi syarat, namun yang mengikuti proses seleksi ada 6 orang.

“Selamat kepada Ibu Cici dan terima kasih kepada Ibu Maria Sukarni atas dedikasinya sebagai GM sebelumnya. Tentu tugas ini tidak mudah, namun dengan kerja sama tim yang kompak, maka tugas-tugas sebagai GM pastilah dapat dilaksanakan dengan hasil terbaik,”harap Abeh.

Misa syukur dan berkat

Acara pelantikan diawali dengan misa yang dipersembahkan P.Aloysius Tombokan, MSC,, atau Pastor Ho. Pastor Ho mengingatkan agar GM terpilih serta seluruh aktivis CU Stella Maris menjadi teladan bagi anggota. “Keteladanan itu sangat penting, bahkan diatas segalanya. Anda akan menjadi pemimpin yang hebat jika Anda layak diteladani. Jadilah Pimpinan yang menjadi teladan bagi anak buah dan anggota CU Stella Maris,”pesan Pastor Ho.

Pada saat misa, Pastor HO secara khusus memberikan berkat untuk General Manajer yang baru dan sebelumnya agar terus kompak, komitmen, menjadi teladan sebagai aktivis credit union.

Maria Sukarni dalam sambutannya mengingatkan seluruh aktivis bahwa banyak suka duka  yang telah dilalui bersama selama 27 tahun CU Stella Maris. “Semoga kerja keras yang kita lakukan secara bergandeng tangan akan menghasilkan yang lebih baik lagi. Mari kita untuk selalu menamkan kerja keras, pengorbanan tanpa pamrih ,rasa  memiliki yang tinggi, terus dan terus belajar tanpa henti dalam menyesuaikan  dengan perkembangan jaman  yang melek teknologi,  untuk tetap mengawal CU Stella Maris yang kita cintai ini sampai saatnya kita sudah  pensiun atau purna bakti dari CU Stella Maris,’harapnya.

Ia menambahkan “biarkan Bintang Laut  (CU Stella Maris) tetap Terang dan Menyinari Nusantara. Bertumbuh, berkembang dan  sangat di rasakan mantaafnya oleh anggota serta masyarakat dalam mencapai kesejahteraan yang sesungguhnya. CU Stella Maris tetap berkembang dan harus  tetap ada untuk selama-lamanya”.

Tentu keberhasilan seorang pemimpin tidaklah hasil kerja sendiri, namun kerja sama Tim, seluruh unsur di CU; komitmen penuh seluruh aktivis untuk lembaga. 

Banyak harapan digayutkan di pundak GM CU Stella Maris yang baru agar lembaga CU Sehat dan anggota meningkat kesejahteraannya. Selamat bertugas Cici.***