KOSTER adalah Duta CU Stella Maris

KOSTER adalah Duta CU Stella Maris

CU Stella Maris konsisten pada cita-cita dan tujuannya untuk terus berupaya hadir dalam upaya membangun kehidupan seluruh anggota menjadi sejahtera. Dalam mewujudkan tujuan ini, CU Stella Maris tiada henti-hentinya melakukan berbagai upaya dalam melayani  anggota.

Sebagai bentuk perwujudan untuk memperbaiki pelayanan tersebut maka pada hari Sabtu, 13 September 2025, CU Stella Maris mengadakan kegiatan “Evaluasi dan Pembekalan KOSTER” yang difasilitasi oleh Ketua Pengurus CU Stella Maris, Edi V. Petebang. Kegiatan ini dihadiri 20 orang KOSTER yang masing-masing berasal dari TP Siantan, TP Segedong, TP Jungkat, dan TP Kotabaru. KOSTER merupakan singkatan dari “Kelompok Sukarelawan CU Stella Maris”. Sebutan lain dari KOSTER di CU lain ada beragam, seperti kelompok inti. KOSTER ini beda dengan koster yang ada di paroki-paroki; meski tugasnya mirip, yakni melayani anggota/umat.

Pembekalan KOSTER diawali dengan penguatan para KOSTER agar semakin paham dan mendalami apa dan mengapa credit union serta pengenalan produk dan pelayanan CU Stella Maris. Edi menyampaikan bahwa CU Stella Maris didirikan dengan tujuan yang mulia. Yakni  membangun kesadaran dan perubahan pola pikir, memampukan anggota lebih berdaya dan mandiri; membantu anggota mengontrol penggunaan uang. “Intinya credit union bertujuan membawa perubahan dalam hidup; alat untuk mencapai kesejahteraan keluarga. Credit Union ingin agar petani, nelayan, peternak, dan anggota lainnya memberdayakan dirinya dalam usaha produktif menuju hidup yang lebih sejahtera,”jelas Edi.

Sesi berikutnya penjelasan tentang produk dan layanan CU Stella Maris oleh General Manajer Klaudia Cici. Yakni 10 jenis simpanan, 12 jenis pinjaman, transaksi digital, solidaritas duka, solidaritas rawat inap, asuransi duka, simpanan dan pinjaman serta pelatihan-pelatihan untuk anggota.

Tugas KOSTER

Secara umum, KOSTER ini adalah duta, utusan CU di tengah-tengah masyarakat. Seseorang menjadi duta artinya ia menjadi wakil dalam bidang tertentu yang dipercayakan kepadanya. Koster adalah dutanya CU Stella Maris dalam masyarakat. Tugas mereka adalah mempromosikan CU Stella Maris dalam masyarakat, tempat calon anggota maupun anggota bertanya tentang CU Stella Maris. Selain itu mereka juga membantu untuk merekrut anggota baru, dan membantu dalam menagih kredit.

KOSTER di CU Stella Maris sudah ada sejak lima tahun lalu. Atas seijin Pastor Paroki Stella Maris kala itu, yang juga penasihat CU Stella Maris, Pastor Kornelisu Kuli Keban, MSC., istilah KOSTER dipakai CU Stella Maris untuk menyebut sukarelawan CU. KOSTER diharapkan menjadi ujung tombak CU Stella Maris di masyarakat, anggota.

Para KOSTER antusias dan bersemangat menjadi duta CU Stella Maris. Dari pagi hingga pukul 15.00, mereka tetap bergairah. Di akhir sesi para KOSTER menyusun rencana kerja yang akan dikerjakan di tempat pelayanan masing-masing..***

Friyanto

Seminar Kesehatan Reproduksi CU Stella Maris-WKRI

Seminar Kesehatan Reproduksi CU Stella Maris-WKRI

Para peserta seminar

Kesehatan reproduksi adalah salah satu hal yang penting bagi seorang perempuan. Sayangnya masih cukup banyak kaum perempuan yang belum merasa perlu untuk mengetahui hal-hal terkait kesehatan reproduksi, terutama agar bisa mendeteksi diri secara pribadi penyakit-penyakit yang berhubungan dengan reproduksi.

Edi Petebang, Ketua Pengurus CUSM bersama narasumber dan Trifina Awa, Ketua WKRI Siantan

Menyadari hal tersebut, CU Stella Maris mengambil  peran aktifnya. Bekerja sama dengan Wanita Katolik RI Cabangg Paroki Stella Maris, setelah misa, pada Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus (9/5) mengadakan seminar kesehatan reproduksi di Aula Chevalier, Gereja Stella Maris. Kegiatan ini diorganisir Lusina, Komite Perempuan CU Stella Maris bersama Staf Diklat Pemberdayaan (Maria Marselina dan Dwi Noprita) serta WKRI. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 orang anggota WKRI Siantan maupun aktivis perempuan Gereja Siantan lainnya, serta sejumlah staf CU Stella Maris.

Pastor Yopi Paulus MSC dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam ajaran gereja Katolik, alat-alat reproduksi adalah hal yang suci, hal yang vital karena menentukan keberlanjutan umat manusia di dunia ini. Kegiatan seperti ini penting untuk umat, karena itu paroki mendukung sekali.

Pemeriksaan kesehatan

Edi Petebang, Ketua Pengurus CU Stella Maris dalam sambutannya menyambut baik kerja sama pertama kalinya antara WKRI dan CU Stella Maris tersebut karena kegiatan seperti ini penting bagi anggota, khususnya perempuan. “Salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan reproduksi adalah sosial-ekonomi. Dari data statistik tahun 2023, perempuan yang hidup di bawah garis kemiskinan di Indonesia berjumlah 9,68% dan laki-laki 9,4%. Nah, salah satu tujuan utama credit union adalah mensejahterakan anggotanya. CU memutus lingkaran setan kemiskinan. Karena itu, bagi Ibu-Ibu yang belum menjadi anggota credit union, mari segera bergabung,”harap Edi.

Penyerahan souvenir CUSM kepada narasumber

Paparan tentang kesehatan reproduksi oleh Nilauwaty, paramedis dari Puskesmas Siantan Tengah. Diuraikan tentang alat-alat reproduksi pada perempuan, penyakit-penyakit yang berhubungand dengan alat-alat reproduksi perempuan serta upaya-upaya dini pencegahannya. Peserta antusias mengikuti seminar ini karena mendapat pengetahun langsung dari praktisi kesehatan.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan, meliputi tensi darah, gula darah dan asam urat.

Pembagian brosur CUSM kepada peserta

Setelah sesi tanya jawab, seminar ditutup dengan penyerahan cindera mata dari CU Stella Maris kepada narasumber dan sambutan penutup oleh Trifina Awa, Ketua WKRI Cabang Stella Maris. “Semoga kegiatan ini menambah hwawasan ibu-ibu tenggang kesehatan reproduksi. WKRI berterima kasih kepada CU Stella Maris dan berharap akan ada lagi kerja sama lainnya,’harap Awa.***