MEMAKNAI JABATAN SEBAGAI AMANAH KEHIDUPAN

MEMAKNAI JABATAN SEBAGAI AMANAH KEHIDUPAN

KSP Credit Union Stella Maris baru saja mencatat sejarah penting dalam perjalanan organisasinya. Pada hari Kamis, 9 April 2026, telah dilaksanakan Misa Syukur dan Pelantikan General Manager untuk masa bakti periode 2026-2030. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi simbol kepercayaan sekaligus harapan baru bagi seluruh anggota dan pengelola untuk terus membawa lembaga ini menuju masa depan yang lebih baik.

Kegiatan dimulai pada sore hari pukul 16.00 dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Yopi Paulus, MSC. Dalam kebiasaan CU Stella Maris, meletakkan segala rencana kerja di tangan Tuhan adalah fondasi yang tak terpisahkan.

Dalam homilinya, P. Yopi Paulus menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani (servant leadership). Beliau menyampaikan bahwa jabatan bukanlah sekadar posisi kekuasaan, melainkan sebuah perutusan suci untuk menjaga amanah anggota. Berkat rohani yang diberikan diharapkan mampu menjadi pelindung dan pemberi hikmat bagi General Manager yang dilantik dalam menjalankan tugas-tugas manajerial yang kompleks di masa depan.

Puncak acara berlangsung saat Ibu Klaudia Cici Widarti, S.Kom. berdiri di hadapan pengurus untuk mengikrarkan sumpah jabatannya. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus CU Stella Maris, Bapak Stefanus Paras Agung, S.K.M.

Momentum ini menjadi sangat spesial karena Ibu Cici (demikian Beliau akrab disapa) kembali dipercaya untuk menjabat sebagai General Manager pada periode keduanya. Terpilihnya kembali beliau bukanlah tanpa alasan. Rekam jejak, integritas, dan inovasi yang telah beliau tunjukkan selama periode pertama dianggap sebagai modal kuat untuk menjaga stabilitas lembaga di tengah dinamika ekonomi yang semakin menantang.

Dalam sambutannya setelah melantik, Bapak Stefanus Paras Agung menyampaikan bahwa kesinambungan kepemimpinan adalah kunci untuk menyelesaikan program-program strategis yang telah dicanangkan dalam Program Kerja lembaga.

Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh tamu undangan kehormatan, Bapak Tony yang mewakili PUSKOPCUINA (Pusat Koperasi Credit Union Indonesia). Kehadiran beliau menegaskan bahwa CU Stella Maris senantiasa berjalan selaras dengan nilai-nilai dan standar yang ditetapkan oleh federasi nasional.

Turut hadir menyaksikan momen penting ini adalah seluruh elemen inti lembaga, mulai dari:

  1. Jajaran Pengurus: Sebagai pemegang kebijakan tertinggi.
  2. Jajaran Pengawas: Yang memastikan operasional berjalan sesuai aturan.
  3. Komite-Komite: Sebagai perpanjangan tangan dalam edukasi dan pemberdayaan.
  4. Manajemen: Rekan kerja yang akan bahu-membahu menjalankan operasional harian.

Kehadiran seluruh struktur ini mencerminkan soliditas dan kesatuan visi dalam mendukung kepemimpinan General Manager yang baru dilantik.

Pada periode kedua ini, tantangan akan jauh berbeda dibandingkan periode pertama. CU Stella Maris akan memfokuskan dalam peningkatan kualitas pelayanan berbasis teknologi, penguatan manajemen risiko, serta pengembangan produk-produk finansial yang lebih relevan dengan kebutuhan anggota milenial dan Gen Z, tanpa mengabaikan Nilai-Nilai Credit Union.

Dalam penutup acara, suasana kegembiraan menyelimuti ruangan saat sesi pemberian selamat. Segenap keluarga besar CU Stella Maris berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada General Manager terpilih demi mewujudkan visi lembaga yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Selamat bertugas kembali kepada Ibu Klaudia Cici Widarti, S.Kom. Semoga amanah ini membawa CU Stella Maris semakin maju dan terpercaya bagi seluruh anggota. (Fri)

TIGA DEKADE MELAYANI DENGAN HATI: SYUKUR 31 TAHUN CU STELLA MARIS

TIGA DEKADE MELAYANI DENGAN HATI: SYUKUR 31 TAHUN CU STELLA MARIS

Tanggal 12 Februari bukan sekadar barisan angka di kalender bagi keluarga besar Credit Union Stella Maris. Hari ini, tepat di tahun 2026, CU Stella Maris yang kita cintai ini genap berusia 31 tahun. Perjalanan yang dimulai sejak 12 Februari 1995 ini bukanlah waktu yang singkat. Ibarat manusia, usia 31 adalah masa-masa matang, penuh energi, dan tentu saja kaya akan pengalaman pahit-manis dalam mendampingi ekonomi semua anggotanya. Sebagai sebuah lembaga keuangan yang bergerak dengan sistem koperasi simpan pinjam, CU Stella Maris tetap teguh pada jati dirinya: dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Di sini, pinjaman bukan diberikan kepada sembarang orang, melainkan khusus bagi mereka yang telah bergabung menjadi bagian dari keluarga besar CU Stella Maris.

Manisnya Berbagi di Seluruh Tempat Pelayanan (TP)

Merayakan ulang tahun tidak lengkap rasanya tanpa rasa manis. Pagi hari, ada pemandangan yang sedikit berbeda di setiap Tempat Pelayanan CU Stella Maris. Sejak pintu kantor dibuka, suasana hangat langsung menyambut para anggota yang datang. Dalam rangka HUT ke-31 ini, CU Stella Maris mengadakan aksi berbagi kebahagiaan yang sederhana namun bermakna: pembagian kue kepada setiap anggota yang datang. Kegiatan ini dilakukan serentak di 4 Tempat Pelayanan (TP) atau kantor cabang yang kita miliki. Siapa pun anggota yang melangkah masuk—baik itu untuk menabung demi masa depan, membayar angsuran pinjaman, atau anggota yang berkonsultasi mengenai rencana keuangan—disambut dengan senyuman dan sebungkus snack manis.

Wah, saya tidak sangka datang bayar pinjaman malah dikasih kue. Selamat ulang tahun, ya, CU Stella Maris!” celetuk salah satu anggota di ruang pelayanan. Momen-momen kecil seperti inilah yang mempererat ikatan kekeluargaan antara lembaga dan anggota. Pemberian snack ini adalah simbol terima kasih karena anggota telah setia dan percaya pada lembaga ini selama lebih dari tiga dekade.

Misa Syukur: Menaruh Harapan di Tangan Tuhan

Setelah seharian melayani anggota dengan penuh sukacita, rangkaian perayaan berlanjut ke acara inti yaitu MISA SYUKUR. Tepat pukul 17.00 WIB, suasana di Aula Diklat CU Stella Maris Siantan berubah menjadi tenang dan penuh doa. Seluruh aktivis CU Stella Maris berkumpul. Ada sekitar 50 orang aktivis yang hadir, mulai dari jajaran Penasihat, Pengurus, Pengawas, Komite, hingga seluruh Manajemen. Mereka melepas sejenak rutinitas pekerjaan untuk bersatu dalam Misa Syukur. Misa Syukur ini dipimpin oleh Pastor Aloysius Tombokan, MSC atau biasa disapa Pastor Ho. Dalam suasana yang akrab namun sakral, Pastor Aloysius mengajak seluruh aktivis untuk melihat kembali ke belakang, ke tahun 1995, saat benih CU Stella Maris pertama kali ditanam.

“Ulang tahun ke-31 ini adalah bukti nyata penyertaan Tuhan. Melayani ribuan anggota dalam urusan keuangan bukanlah hal yang mudah, tapi dengan bimbingan-Nya, CU Stella Maris tetap berdiri tegak sebagai pelabuhan bagi anggota yang ingin mandiri secara ekonomi,” pesan Pastor Aloysius dalam khotbahnya. Misa syukur ini menjadi momentum bagi seluruh aktivis untuk mengisi kembali “baterai spiritual” mereka. Sebab, menjadi aktivis CU bukan sekadar soal menghitung angka atau menagih pinjaman, melainkan soal pelayanan sosial yang dilandasi cinta kasih.

31 Tahun Bimbingan Tuhan

Angka 31 tahun adalah bukti ketangguhan. Kita telah melewati berbagai badai ekonomi, perubahan zaman dari manual ke digital, hingga tantangan persaingan lembaga keuangan yang semakin ketat. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah: Penyertaan Tuhan. Pada sore itu, di Aula Diklat CU Stella Maris, Siantan, doa-doa dipanjatkan agar ke depannya CU Stella Maris semakin profesional, transparan, dan tetap rendah hati dalam membantu anggota meningkatkan taraf hidupnya. Seluruh manajemen menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan dan kepercayaan anggota, CU ini hanyalah sekadar gedung kantor biasa.

Menatap Masa Depan Bersama

Setelah misa usai, acara ditutup dengan ramah tamah sederhana di antara para aktivis. Terpancar raut kelegaan dan semangat baru di wajah para staf dan pengurus. 31 tahun hanyalah sebuah tonggak sejarah, dan perjalanan masih sangat panjang ke depan. Bagi para anggota yang mungkin hari ini belum sempat mampir ke kantor, kami ingin mengucapkan: Terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah kami. Tanpa setoran simpanan Anda, tanpa kedisiplinan Anda membayar pinjaman, dan tanpa partisipasi aktif Anda dalam rapat-rapat anggota, CU Stella Maris tidak akan sampai di usia ini.

Selamat ulang tahun ke-31, CU Stella Maris! Semoga terus menjadi bintang laut (Stella Maris) yang menerangi jalan bagi kesejahteraan seluruh anggota.

(Friyanto)

Pontianak, Kamis, 12 Februari 2026

 

PUSKOPCUINA APRESIASI RAT CU STELLA MARIS

PUSKOPCUINA APRESIASI RAT CU STELLA MARIS

“Atas nama pengurus PUSKOPCUINA, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pengurus, pengawas, dan manajemen Credit Union STELLA MARIS atas kerja keras dan komitmen yang konsisten. Upaya menjaga Credit Union tetap sehat, aman, dan berkelanjutan adalah bukti nyata dari semangat people helping people yang menjadi roh gerakan Credit Union internasional”.

Demikian salah satu catatan penting dari Alibata, Ketua Pengurus PUSKOPCUINA dalam sambutan tertulis yang disampaikan Simon Jaang, Sekretaris Pengurus PUSKOPCUINA dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) CU Stella Maris Tahun Buku 2025, Sabtu 14 Februari 2026 di Aula Raiffeisen-Kantor PUSKOPCUINA. Berikut sambutan selengkapnya.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat kasih dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Credit Union STELLA MARIS.

Rapat Anggota Tahunan (RAT)

KOSTER adalah Duta CU Stella Maris

KOSTER adalah Duta CU Stella Maris

CU Stella Maris konsisten pada cita-cita dan tujuannya untuk terus berupaya hadir dalam upaya membangun kehidupan seluruh anggota menjadi sejahtera. Dalam mewujudkan tujuan ini, CU Stella Maris tiada henti-hentinya melakukan berbagai upaya dalam melayani  anggota.

Sebagai bentuk perwujudan untuk memperbaiki pelayanan tersebut maka pada hari Sabtu, 13 September 2025, CU Stella Maris mengadakan kegiatan “Evaluasi dan Pembekalan KOSTER” yang difasilitasi oleh Ketua Pengurus CU Stella Maris, Edi V. Petebang. Kegiatan ini dihadiri 20 orang KOSTER yang masing-masing berasal dari TP Siantan, TP Segedong, TP Jungkat, dan TP Kotabaru. KOSTER merupakan singkatan dari “Kelompok Sukarelawan CU Stella Maris”. Sebutan lain dari KOSTER di CU lain ada beragam, seperti kelompok inti. KOSTER ini beda dengan koster yang ada di paroki-paroki; meski tugasnya mirip, yakni melayani anggota/umat.

Pembekalan KOSTER diawali dengan penguatan para KOSTER agar semakin paham dan mendalami apa dan mengapa credit union serta pengenalan produk dan pelayanan CU Stella Maris. Edi menyampaikan bahwa CU Stella Maris didirikan dengan tujuan yang mulia. Yakni  membangun kesadaran dan perubahan pola pikir, memampukan anggota lebih berdaya dan mandiri; membantu anggota mengontrol penggunaan uang. “Intinya credit union bertujuan membawa perubahan dalam hidup; alat untuk mencapai kesejahteraan keluarga. Credit Union ingin agar petani, nelayan, peternak, dan anggota lainnya memberdayakan dirinya dalam usaha produktif menuju hidup yang lebih sejahtera,”jelas Edi.

Sesi berikutnya penjelasan tentang produk dan layanan CU Stella Maris oleh General Manajer Klaudia Cici. Yakni 10 jenis simpanan, 12 jenis pinjaman, transaksi digital, solidaritas duka, solidaritas rawat inap, asuransi duka, simpanan dan pinjaman serta pelatihan-pelatihan untuk anggota.

Tugas KOSTER

Secara umum, KOSTER ini adalah duta, utusan CU di tengah-tengah masyarakat. Seseorang menjadi duta artinya ia menjadi wakil dalam bidang tertentu yang dipercayakan kepadanya. Koster adalah dutanya CU Stella Maris dalam masyarakat. Tugas mereka adalah mempromosikan CU Stella Maris dalam masyarakat, tempat calon anggota maupun anggota bertanya tentang CU Stella Maris. Selain itu mereka juga membantu untuk merekrut anggota baru, dan membantu dalam menagih kredit.

KOSTER di CU Stella Maris sudah ada sejak lima tahun lalu. Atas seijin Pastor Paroki Stella Maris kala itu, yang juga penasihat CU Stella Maris, Pastor Kornelisu Kuli Keban, MSC., istilah KOSTER dipakai CU Stella Maris untuk menyebut sukarelawan CU. KOSTER diharapkan menjadi ujung tombak CU Stella Maris di masyarakat, anggota.

Para KOSTER antusias dan bersemangat menjadi duta CU Stella Maris. Dari pagi hingga pukul 15.00, mereka tetap bergairah. Di akhir sesi para KOSTER menyusun rencana kerja yang akan dikerjakan di tempat pelayanan masing-masing..***

Friyanto

Seluruh Pengurus & Pengawas CU Stella Maris LAYAK dan PATUT

Seluruh Pengurus & Pengawas CU Stella Maris LAYAK dan PATUT

Pengurus, Pengawas, Asesor & Manajemen

Setelah melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang berlangsung delapan jam, lima orang pengurus dan tiga orang pengawas CU Stella Maris dinyatakan layak dan patut sebagai pengurus dan Pengawas.

Pengurus, Pengawas , asesor dan Tim

 “Selamat kepada seluruh pengurus dan pengawas Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Stella Maris yang berdasaran hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan dari kami, Tim UKK Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat, mendapatkan skor antara 83 dan 96. Dengan nilai ini kami menyimpulkan bahwa semua pengurus dan pengawas CU Stella Maris kami nyatakan LULUS dalam Uji Kepatutan dan Kelayakan. Selamat, semoga CU Stella Maris semakin maju berkembang dan berkelanjutan,”jelas Ayub Barombo, Ketua Tim UKK Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat dalam pengumuman dan penutupan UKK yang berlangsung di Aula CU Stella Maris, Siantan, Pontianak, Selasa 19 Agustus 2025.

Sambutan Kadiskop UMKM, Drs.Junadi, MM

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat, Junaidi, dalam pengarahan dan membuka kegiatan menyampaikan bahwa UKK ini penting dilakukan terhadap koperasi. Menurut Junaidi, ada tiga hal penting yang ingin dicapai dalam UKK. Pertama, meningkatkan profesionalisme kerja. Kedua, membangun kepercayaan anggota. Ketiga, untuk keberlanjutan Credit Union.

Proses UKK

“Intinya adalah mewujudkankoperasi yang kuat, sehat, mandiri, tangguh dan berdaya saing, yang dikelola secara transparan dan akuntabeloleh Pengurus dan Pengawas yang memiliki integritas tinggi, kredibel, inovatif,dan bertanggung jawab,”jelas Junaidi.

Ketua Pengurus CU Stella Maris, Edi Petebang dalam sambutannya mengatakan bahwa CU Stella Maris taat dan patuh pada aturan, baik aturan pemerintah maupun gerakan CU (Puskopcuina). “UKK ini sebagai wujud nyata kepatuhan kami para regulasi yang ada,”jelas Edi.

UKK berjalan dengan lancer. Seluruh pengurus dan pengawas hadir dari awal hingga akhir. Pengurus adalah Edi Petebang (Ketua), Lorensius (Waka I), Ferdinan (Waka II), Aleksius (Sekretaris) dan Marsianus Ami (Bendahara) . Pengawas adalah Antonius Suprayogi (Ketua), Hermanus (sekretaris) dan Frans Masri (anggota).

Penyerahan souvenir dari ketua Pengurus kepada Ketua Tim UKK, Ayub Barombo

Tim Asesor adalah Ayub Barombo (Kabid Perizinan dan Kelembagaan), Resmiguno (Kabid Pengawasan dan Kelembagaan), Ari Sulistiani (Sekrektaris Dinas), dan Evi Agustina Silalahi (Pengawas Koperasi) serta didamping tiga orang staf.

Setiap orang diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan Tupoaksinya perkenalan diri. Selanjutnya para penguji berjumlah empat orang memberikan pertanyaan sesuai bidang masing-masing pengurus dan pengawas. Total waktu untuk satu orang adalah 50 menit. Semua pengurus dan pengawas CU Stella Maris dengan lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para penguji sehingga para penguji tidak segan-segan juga memberikan pujian karena bangga bisa menjawab pertanyaan mereka.

UKK ditutup oleh Ayub Barombo sekaligus mengumumkan hasilnya. Menurut Ayub, kegiatan UKK untuk mengetahui Tupoksi dengan tugas tugas yang diemban oleh pengurus dan pengawas koperasi. Kami berharap sebagai pengurus dan pengawas harus mengerti Tupoksinya masing-masing. Jangan sampai sebaliknya tidak paham.

“Pengalaman kami bahkan ada menemukan pengurus dan pengawas yang tidak tahu struktur lembaga. Ini miris bagi kami dan hal ini juga menjadi tanggung jawab kami sebagai orang koperasi. Oleh karena itu, kegiatan ini bukan hanya formalitas tapi menjadi ajang tukar informasi untuk melihat kemampuan orang per orang sebagai pengurus dan pengawas. Inilah yang sebenarnya yang ingin kami gali. Kami di dinas koperasi UMKM ingin para pengurus dan pengawas memang benar-benar layak dan patut dalam melaksanakan tugas yang seharusnya dilaksanakan,”harap Ayub.

UKK Wajib Bagi Pengurus Pengawas Koperasi

Sesuai Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 8 Tahun 2023 tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi menyatakan bahwa salah satu persyaratan izin usaha simpan pinjam dan izin jaringan pelayanan harus melampirkan surat keterangan lulus uji kelayakan dan kepatutan yang dikeluarkan oleh Menteri, gubernur, atau bupati/wali kota sesuai dengan kewenangannya. Dalam Permenkop tersebut secara tegas mewajibkan pelaksanaan UKK untuk seluruh koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha simpan pinjam.

Pengawas CUSM

Pengurus CUSM

Permenkop tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Juklak dan Juknis Pelaksanaannya. Uji Kelayakan dan Kepatutan dilakukan untuk menilai bahwa calon Pengurus dan Pengawas Koperasi memenuhi persyaratan: 1). Integritas; 2). Reputasi keuangan; 3). Kompetensi; 4). Kreativitas dan Inovasi.

Proses UKK

Persyaratan integritas meliputi: (1). Cakap melakukan perbuatan hukum; (2). memiliki akhlak dan moral yang baik, paling sedikit ditunjukkan dengan sikap mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk tidak sedang menjalani hukuman pidana yang telah berkekuatan hukum tetap, dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan korporasi, keuangan negara, dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan, dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pencalonan, dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). (3). memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan dan mendukung kebijakan Kementerian Koperasi dan UKM; dan memiliki komitmen terhadap pengembangan Koperasi yang sehat.

Persyaratan reputasi keuangan paling sedikit dibuktikan dengan:

  1. Tidak memiliki kredit dan/atau pembiayaan macet yang dibuktikan dengan keterangan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK);
  2. Tidak pernah dinyatakan pailit baik pribadi, korporasi maupun penyebab korporasi dinyatakan pailit dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir sebelum dicalonkan yang dibuktikan dengan Surat

Keterangan dari Pengadilan; dan

  1. Memiliki komitmen untuk melakukan upaya-upaya yang diperlukan apabila Koperasi menghadapi permasalahan keuangan dalam bentuk surat pernyataan.

Friyanto, Edi Petebang