Peta Jalan CU Stella Maris 2022-2024

Peta Jalan CU Stella Maris 2022-2024

Era kenormalan baru, dengan segala peluang dan tantangannya, membuat Credit Union Stella Maris harus merumuskan dan menetapkan arah strategis dan peta jalan selama tiga tahun ke depan, yakni tahun 2022-2024.

Untuk itulah, selama lima hari tanggal 3 sd 7 November 2021 dilaksanakan lokakarya Strategic Planning dan Business Plan untuk merumuskan arah stretagis CU Stella Maris 2022-2024. SPBP difasilitasi Edi Petebang, Pengurus PUSKOPCUINA dengan peserta semua pengurus, pengawas, penasihat, komite dan pimpinan manajemen. Lokakarya diadakan di Pusat Spritualitas Pasionis,Bukit Laet-Banuah, Kabupaten Kubu Raya.

Setelah melalui diskusi yang terbagi dalam empat kelompok dan pleno, disepakati misi, visi, nilai-nilai inti dan slogan baru CU Stella Maris. Misi Credit Union Stella Maris adalah “Meningkatkan kualitas hidup anggota melalui pelayanan keuangan, pemberdayaan dan digitalisasi”. Visi CU Stella Maris: “Menjadi Credit Union Yang Sehat, Terpercaya, dan Berkelanjutan, Berbasis Komunitas serta didukung teknologi”.

Adapun Nilai-Nilai Inti CU Stella Maris: adalah Jujur, Amanah, Setia, Inovatif, Humanis dan Ramah Lingkungan. Narasinya adalah:“Bekerja Dengan Jujur Sebagai Amanah Anggota, Setia Dalam Tata Kelola, Inovatif Menciptakan Produk dan Layanan, serta Humanis dan ramah lingkungan”

Motto CU Stella Maris: Semangat, Terpercaya.

Drs.Hermanus Abeh dalam penutupan lokakarya mengharapkan agar peta jalan yang sudah disusun tersebut hendaknya menjadi acuan dalam penyusunan rencana bisnis tiga tahun ke depan. “Kita harap, dengan misi, visi, slogan dan nilai-nilai inti yang baru ini seluruh aktivis lebih bersemangat, semakin berkomitmen untuk mewujudkan CU Stella Maris yang sehat dan berkelanjutan,”ujarnya.

Mari segenap anggota CU Stella Maris kita terus menjadi anggota sekaligus pemilik yang baik dengan menjalankan kewajiban kita agar CU tercinta ini terus berkembang, mensejahterakan anggotanya.***

Penilaian Kinerja Untuk Perbaikan CU Stella Maris

Penilaian Kinerja Untuk Perbaikan CU Stella Maris

Pengurus, Pengawas dan Manajemen CU Stella Maris terus mPenilaian kinerja pimpinan manajemeneningkatkan kualitas diri agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi anggota sebagai pemilik. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan penilaian kinerja.

Ada tiga tujuan dilakukannya penilaian kinerja. Pertama, untuk mengukur pengetahuan, wawasan, pemahaman manajemen terhadap misi, visi, program kerja lembaga CU Stella Maris dan gerakan koperasi/credit union. Kedua, untuk mengukur kemampuan manajemen mengimplementasikan misi, visi, program kerja lembaga CU Stella Maris dalam pekerjaan sehari-hari. Ketiga, untuk mengukur sampai sejauh mana manajemen dapat menjalankan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya.

Manfaat penilaian kinerja setidaknya ada tiga, yakni (1). penentuan promosi, demosi dan mutasi. (2). penentuan tunjangan kinerja; (3). penentuan jabatan.

Tanggal 19 dan 20 Agustus 2021 manajemen CU Stella Maris melakuan penilaian kinerja. Tanggal 19 untuk general manajer, deputi dan manajer tempat pelayanan. Tanggal 20 untuk seluruh staf. Penilaian dilakukan secara virtual dari kantor tempat pelayanan masing-masing dengan dipandu Edi Petebang, Sekretaris Pengurus.

Instrumen penilaian yang digunakan adalah instrumen yang disepakati dalam gerakan Puskop Credit Union Indonesia (PUSKOPCUINA). Ada enam area kunci keberhasilan (Key Result Area-KRA). KRA 1 sampai 4 bersifat umum untuk pengurus, pengawas dan manajemen. KRA 5 area target kinerja bersama pengurus, pengawas dan manajemen. Sedangkan KRA 6 merupakan area tugas khusus sesuai bidang tugas, tanggung jawab dan wewenang.

Masing-maisng area kunci keberhasilan memiliki beberapa indicator kunci pencapaian (Key Performance Indicator-KPI). Masing-masing subyek dalam KPI mempunyai bobot nilai 1,2 atau 3; sesuai dengan kriteria masing-masing nilai.

Penilaian kinerja dilakukan terlebih dahulu dengan memperlajari instrument dan menyiapkan bukti sesuai yang dipersyaratkan dalam KRA. Tahap pertama adalah self assessment. Masing-maisng staf menilai dirinya sendiri. Setelah self assessmen dilanjutkan penilaian oleh atasan langsung staf. Dari hasil penilaian kinerja tersebut, ada yang masih dalam skor perlu perbaikan, ada yang sudah baik, dan sangat baik.

Penilaian kinerja Pengurus dan Pengawas sudah dilakukan pada bulan Maret 2021, tepat  setahun setelah dipiih sebagai pengurus bulan Maret 2020. Penilaian kinerja manajemen semula akan dilakukan secara tatap muka di awal tahun juga, namun karena situasi covid-19 yang terus menanjak dan memuncak dengan diberlakukan PPKM Mikro di Kota Pontianak. (CUSM).

 

 

Pendidikan Wajib Virtual Pertama CU Stella Maris

Pendidikan Wajib Virtual Pertama CU Stella Maris

 

Pendidikan merupakan pilar utama koperasi credit union. Apapun kondisinya, sebuah credit union wajib memberikan pendidikan dasar bagi anggota dan sebagai anggota berhak mendapatkannya. Mengapa anggota CU wajib mengikuti pendidikan dasar? Karena anggota adalah pemilik CU sehingga sebagai pemilik wajib mengetahui, memahami, mendalami dan menjalankan misi, visi, nilai-nilai, prinsip, sejarah serta produk dan pelayanan.

Untuk memenuhi hak angggota dan pilar dasar credit union, meski kini sedang masa pandami virus corona covid-19, bahkan dalam bulan Juli 2021 Kota Pontianak masuk zona merah, maka Credit Union Stella Maris tetap melaksanakan pendidikan wajib. Beda dari biasanya, pendidikan wajib kali ini dilaksanakan secara virtual via aplikasi zoom. Inilah Diklat wajib virtual pertama yang dilaksanakan CI Stella Maris.

Diklat yang difasilitasi Edi Petebang, Sekretaris Pengurus tersebut diikuti 36 orang anggota, baik anggota baru maupun anggota lama yang belum ikut pendidikan. Para peserta antusias mengikuti Diklat tersebut. Hal ini terbukti dengan adanya interaksi antara fasilitator dengan peserta dan peserta mengikuti Diklat dari awal sampai selesai.

Sebagai tindak lanjut dari pendidikan wajib, maka anggota diharapkan menjadi duta-duta credit union Stella Maris untuk mensosialisasikan dan mempromosikan CU Stella Maris kepada masyarakat. Para peserta juga diharapkan menjadi anggota yang lebih bertanggung jawab dalam menabung, meminjam dan melaksanakan kewajibannya. *